SERI KATEKESE MISTAGOGIS · PERTEMUAN I
Menyelami Kembali Rahmat Pembaptisan
Dari Photizomenoi Menjadi Neophotistoi
— ✣ —
OKTAF PASKAH · “KAMU TELAH MENGENAKAN KRISTUS.”
|
KUTIPAN PENGANTAR Saudara-saudari terkasih, beberapa hari yang lalu Anda dibenamkan ke dalam air, dimateraikan oleh Roh, dan diberi makan dengan Tubuh Kristus. Hari ini kita berhenti sejenak, bukan untuk menambah pelajaran, melainkan untuk memandang lagi apa yang telah diperbuat Allah dalam peristiwa pembaptisan Anda. — Pengantar Pendamping |
Pengantar
Pertemuan pertama ini bukanlah pelajaran. Ia adalah momen untuk mengingat kembali dengan lebih dalam pengalaman Malam Paskah yang baru saja dilewati. Beberapa hari yang lalu, di tengah gelap yang ditembus nyala Lilin Paskah, Anda menerima air pembaptisan, pengurapan, dan untuk pertama kalinya menyambut Tubuh Kristus. Semuanya terjadi begitu cepat dan begitu penuh, hingga banyak hal mungkin belum sempat diendapkan.
Mistagogi dimulai justru di sini: bukan dengan menjelaskan sakramen sebelum diterima, melainkan dengan menyingkapkan apa yang telah Allah lakukan di dalam sakramen yang telah dirayakan. Maka pada pertemuan ini, kita tidak akan banyak berbicara. Kita akan lebih banyak mengingat, merasakan, dan bersyukur.
I — APA YANG DILAKUKAN KRISTUS PADA MALAM PASKAH
Dari Gelap ke Terang
Malam Paskah dibuka dalam kegelapan. Lalu sebuah api baru diberkati, dan dari api itu Lilin Paskah dinyalakan. Tiga kali terdengar seruan “Cahaya Kristus”, dan terang menyebar dari satu lilin ke lilin lainnya hingga seluruh gereja bermandikan cahaya. Itu bukan sekadar upacara yang indah. Itu adalah gambaran dari apa yang terjadi di dalam diri Anda: Kristus yang bangkit memasuki kegelapan dan menjadikan Anda “anak-anak terang”.
Para Bapa Gereja menyebut para katekumen sebelum baptisan sebagai photizomenoi — “mereka yang akan/sedang diterangi”. Sesudah menerima sakramen ini, mereka disebut neophotistoi — “mereka yang baru saja diterangi”. Malam Paskah adalah saat ketika Anda melintasi ambang suci itu. Setelah keluara dari air baptisan, para penerima Terang Kristus disebut pula sebagai neofit, dari kata Yunani neophytos, berarti “yang baru ditanam” (bdk. 1 Tim 3:6). Dengan sebutan ini, Gereja memandang para baptisan baru sebagai “tanaman muda” yang ditanam oleh Allah sendiri dalam kebun-Nya, dipanggil untuk bertumbuh menuju kedewasaan rohani.
II — TANDA LITURGIS
Dua Tanda Yang Masih DikenakanDua tanda dari Malam Paskah itu tidak berhenti di malam itu saja. Sepanjang Masa Paskah, Anda diundang untuk tetap mengenakan syal atau busana putih ketika hadir dalam Misa, dan duduk di tengah jemaat sebagai tanda yang kelihatan bahwa Gereja sedang menyambut anggota-anggota barunya. Setiap kali umat membuat Tanda Salib di awal Misa dan saling memberi salam, sesungguhnya jemaat baptisan sedang dibentuk — dan Anda kini menjadi bagian penuh dari jemaat itu.
|
Busana Putih: Kristus yang Dikenakan Sesudah dibaptis, pada Anda dipakaikanlah busana atau kain putih. Rasul Paulus menulis: “Kamu semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus” (Gal 3:27). Busana atau kain putih itu bukan sekadar pakaian upacara. Ia adalah tanda bahwa Anda telah dibalut oleh Kristus sendiri, dibersihkan, dan dijadikan baru. Itulah sebabnya hari Minggu sesudah Paskah secara tradisi disebut Minggu in albis — “dalam busana putih”. |
|
Lilin Baptis: Api yang Harus Dijaga Anda juga menerima lilin baptis yang dinyalakan dari Lilin Paskah, disertai kata-kata: “Terimalah terang Kristus” dan ajakan untuk “berjalan selalu sebagai anak-anak terang”. Api kecil di tangan Anda adalah api iman — nyala yang lahir dari kebangkitan Kristus, yang sekarang dipercayakan kepada Anda untuk dijaga sepanjang hidup. |
|
Bagi Seluruh Umat Peninjauan kembali pengalaman vigili Paskah ini bukan hanya untuk neofit. Seluruh umat diundang untuk memandang kembali pembaptisannya sendiri melalui kehadiran para neofit. Wajah-wajah baru ini membangunkan kita: kita pun pernah dijadikan terang, dan dipanggil untuk tetap bernyala. |
III — APA YANG KITA SYUKURI MINGGU INI
Dua Ajakan untuk Minggu Ini
Karena ini adalah peninjauan kembali, gerak “apa yang berubah” pada pertemuan pembuka ini berbentuk rasa syukur dan ingatan.
|
I — Sebutkan dan namai satu kesan dari Malam Paskah. Dalam hati atau dituliskan, sebutkan satu momen dari Vigili Paskah yang paling menyentuh — sebuah tanda, sebuah kata, sebuah perasaan. Bawalah itu sebagai syukur di hadapan Tuhan. |
|
II — Simpan dan hormati lilin baptismu. Letakkan lilin baptis di tempat yang terlihat di rumah. Nyalakanlah pada hari-hari penting (ulang tahun baptis, hari raya) sebagai pengingat akan api iman yang telah Anda terima. |
PERTEMUAN MISTAGOGI · OKTAF PASKAH |
N 01 — Pembuka |
||||||
|
Melihat Lagi Pengalaman Malam Paskah: Busana Putih dan Manusia Baru
|
|||||||
✦ Untuk Pendamping Neofit dan Tim KatekumenatPertemuan ini sebaiknya dilaksanakan dalam dua minggu pertama sesudah Malam Paskah, selagi kesan masih segar. Suasananya hangat dan tidak formal — lebih dekat ke “berkumpul kembali” daripada “mengajar”. Tahanlah keinginan untuk menjelaskan teologi sakramen secara rinci; biarkan pengalaman yang berbicara lebih dahulu. Pertanyaan terbaik bukan “apa arti baptis?” melainkan “apa yang Anda rasakan ketika air dituangkan, ketika busana putih dikenakan, ketika lilin dinyalakan?” Akhiri dengan menjelaskan ritme tujuh pertemuan ke depan secara singkat, dan ajak neofit untuk mulai mengenakan tanda putih mereka pada Misa-Misa Masa Paskah. |
“Kamu telah menjadi terang dalam Kristus: berjalanlah selalu sebagai anak-anak terang.”
— RUMUS PENYERAHAN LILIN BAPTIS
✣