Apa itu Evangelisasi?

Evangelisasi, pada dasarnya, adalah mewartakan kepada orang lain kebaikan Tuhan yang terungkap dalam kehidupan kita. Tujuan utama evangelisasi adalah membuka akses seseorang kepada Tuhan, yang berbicara dan menyampaikan kasih-Nya kepada kita agar kita dapat memiliki “hidup dalam kelimpahan”.

Prapaskah : Bangkit dari Abu

Dalam masa Prapaskah, simbolisasi burung Feniks ini mengajak kita untuk merenung, kembali kepada Tuhan dan memperbaharui kehidupan spiritual kita. Kebangkitan Feniks adalah sebuah gambaran yang kuat tentang kebangkitan dari abu setelah mengalami periode kematian atau kehancuran. Demikian juga, Prapaskah adalah periode untuk mati bagi diri sendiri, dalam arti bahwa kita menyerahkan kenikmatan sementara demi menuju kehidupan kekal yang diberikan oleh Tuhan.

Berbicara dengan hati

Pesan Paus Fransiskus pada Hari Komunikasi Sosial sedunia ke-57, tahun 2023 : Berbicara dengan hati. Tema ini terkait dengan penyampaian harapan kita melalui komunikasi yang membangun jembatan, bukan tembok. Ini adalah seruan untuk berani berbeda di tengah polarisasi dan debat yang memicu emosi negatif, termasuk dalam kehidupan keagamaan.

Aperuit Illis

Relasi antara Tuhan yang bangkit, komunitas orang beriman, dan Kitab Suci sangat penting bagi identitas kita. Tanpa Tuhan yang membuka pikiran kita, tidaklah mungkin kita memahami Kitab Suci secara mendalam. Namun sebaliknya benar juga: tanpa Kitab Suci peristiwa-peristiwa perutusan Yesus dan Gereja-Nya di dunia tidak dapat dimengerti. Dengan tepat Santo Hieronimus dapat menyatakan: ”Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus”.

Konstitusi Apostolik Missale Romanum

Konstitusi Apostolik Missale Romanum adalah dekret yang dikeluarkan oleh Paus Paulus VI pada tanggal 3 April 1969 untuk memaklumkan edisi baru Missale Romanum, panduan perayaan Ekaristi dalam Ritus Romawi yang direformasi berdasarkan keputusan dari Konsili Vatikan II untuk menggantikan edisi sebelumnya yang berdasarkan Konsili Trente.

Pedoman Umum Misale Romawi

Dalam perjamuan malam terakhir, ketika akan diserahkan, Juruselamat kita mengadakan kurban Ekaristi Tubuh dan Darah-Nya. Dalam kurban ini Ia mengabadikan kurban salib untuk selama-lamanya sampai Ia datang kembali. Di sini kepada Gereja, mempelai-Nya yang terkasih, Ia mempercayakan kenangan akan wafat dan kebangkitan-Nya.

Verbum Domini

Allah menyatakan diri melalui karunia Firman-Nya. Firman ini, yang tetap untuk selama-lamanya, memasuki waktu. Allah mengucapkan Firman-Nya yang kekal secara manusiawi; Firman-Nya “menjadi manusia” (Yoh. 1:14). Ini adalah kabar gembira.

Pedoman Homili

Dalam menjelaskan homili, para Bapa Konsili Vatikan II telah menggarisbawahi hakikat khusus khotbah dalam konteks liturgi suci: “Bahannya terutama hendaklah bersumber pada Kitab suci dan Liturgi, sebab khotbah merupakan pewartaan keajaiban-keajaiban Allah dalam sejarah keselamatan atau misteri Kristus, yang selalu hadir dan berkarya di tengah kita, teristimewa dalam perayaan-perayaan liturgi”.