Apa hubungan antara Evangelisasi, Kerygma, dan Katekese?
Apakah hubungan antara evangelisasi, kerygma, dan katekese dan bagaimana mereka saling melengkapi satu sama lain dalam misi gereja untuk mewartakan Injil?
Mempelajari dan memperdalam pemahaman mengenai seluk beluk karya Katekese Gereja Katolik, khususnya Gereja Katolik Indonesia
Apakah hubungan antara evangelisasi, kerygma, dan katekese dan bagaimana mereka saling melengkapi satu sama lain dalam misi gereja untuk mewartakan Injil?
Mengapa kita perlu membagikan iman kita dengan orang lain? Alasan utama mengapa kita harus mewartakan Injil adalah agar orang lain dapat mengenal sukacita iman dan menerima keselamatan yang ditawarkan oleh Yesus Kristus.
Evangelisasi, pada dasarnya, adalah mewartakan kepada orang lain kebaikan Tuhan yang terungkap dalam kehidupan kita. Tujuan utama evangelisasi adalah membuka akses seseorang kepada Tuhan, yang berbicara dan menyampaikan kasih-Nya kepada kita agar kita dapat memiliki “hidup dalam kelimpahan”.
Dalam masa Prapaskah, simbolisasi burung Feniks ini mengajak kita untuk merenung, kembali kepada Tuhan dan memperbaharui kehidupan spiritual kita. Kebangkitan Feniks adalah sebuah gambaran yang kuat tentang kebangkitan dari abu setelah mengalami periode kematian atau kehancuran. Demikian juga, Prapaskah adalah periode untuk mati bagi diri sendiri, dalam arti bahwa kita menyerahkan kenikmatan sementara demi menuju kehidupan kekal yang diberikan oleh Tuhan.
Pesan Paus Fransiskus pada Hari Komunikasi Sosial sedunia ke-57, tahun 2023 : Berbicara dengan hati. Tema ini terkait dengan penyampaian harapan kita melalui komunikasi yang membangun jembatan, bukan tembok. Ini adalah seruan untuk berani berbeda di tengah polarisasi dan debat yang memicu emosi negatif, termasuk dalam kehidupan keagamaan.
Relasi antara Tuhan yang bangkit, komunitas orang beriman, dan Kitab Suci sangat penting bagi identitas kita. Tanpa Tuhan yang membuka pikiran kita, tidaklah mungkin kita memahami Kitab Suci secara mendalam. Namun sebaliknya benar juga: tanpa Kitab Suci peristiwa-peristiwa perutusan Yesus dan Gereja-Nya di dunia tidak dapat dimengerti. Dengan tepat Santo Hieronimus dapat menyatakan: ”Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus”.
Pesan Paus Fransiskus pada Hari Komunikasi Sosial sedunia ke-56, tahun 2022 : Mendengarkan dengan telinga hati. Mendengarkan tidak hanya berarti menangkap suara, tetapi pada dasarnya terhubung dengan relasi dialogis antara Allah dan umat manusia.
Konstitusi Apostolik Missale Romanum adalah dekret yang dikeluarkan oleh Paus Paulus VI pada tanggal 3 April 1969 untuk memaklumkan edisi baru Missale Romanum, panduan perayaan Ekaristi dalam Ritus Romawi yang direformasi berdasarkan keputusan dari Konsili Vatikan II untuk menggantikan edisi sebelumnya yang berdasarkan Konsili Trente.
Dalam perjamuan malam terakhir, ketika akan diserahkan, Juruselamat kita mengadakan kurban Ekaristi Tubuh dan Darah-Nya. Dalam kurban ini Ia mengabadikan kurban salib untuk selama-lamanya sampai Ia datang kembali. Di sini kepada Gereja, mempelai-Nya yang terkasih, Ia mempercayakan kenangan akan wafat dan kebangkitan-Nya.
Allah menyatakan diri melalui karunia Firman-Nya. Firman ini, yang tetap untuk selama-lamanya, memasuki waktu. Allah mengucapkan Firman-Nya yang kekal secara manusiawi; Firman-Nya “menjadi manusia” (Yoh. 1:14). Ini adalah kabar gembira.
PELAYANAN Katekis dalam Gereja sudah berlangsung SEJAK ZAMAN DAHULU. Para teolog umumnya berpendapat bahwa contoh pertama pelayanan ini dapat ditemukan dalam tulisan-tulisan Perjanjian Baru. Pelayanan katekese dapat ditelusuri kembali …
Konsili Vatikan II merupakan Konsili Ekumenis ke-21 dalam sejarah Gereja. Antara tgl. 11 Oktober 1962 dan tgl. 8 Desember 1965 diadakan empat periode sidang. Jumlah Uskup yang hadir lebih banyak…