Siapa yang harus mewartakan Injil?
Evangelisasi adalah tanggung jawab yang muncul dari rahmat Sakramen pembaptisan dan penguatan. Karena itu, setiap orang yang telah dibaptis memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam pewartaan Injil.
Mempelajari dan memperdalam pemahaman mengenai seluk beluk karya Katekese Gereja Katolik, khususnya Gereja Katolik Indonesia
Evangelisasi adalah tanggung jawab yang muncul dari rahmat Sakramen pembaptisan dan penguatan. Karena itu, setiap orang yang telah dibaptis memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam pewartaan Injil.
Katekese merupakan tindakan gerejawi yang mewujudkan esensi pendidikan iman: transformasi kehidupan melalui pemahaman misteri iman Kristen.
Evangelisasi seringkali disalahartikan sebagai bentuk proselitisme. Evangelisasi adalah pewartaan kepada orang lain tentang kebaikan Tuhan yang terungkap dalam kehidupan kita. Sedangkan Proselitisme adalah upaya dari pihak luar untuk mengubah keyakinan agama atau politik seseorang.
“Menuju kehadiran penuh” adalah sebuah refleksi pastoral tentang Keterlibatan orang Kristen dalam Media Sosial. Dokumen ini mendorong pendekatan kreatif dan konstruktif dalam penggunaan media digital yang dapat menumbuhkan budaya perjumpaan.
Apakah hubungan antara evangelisasi, kerygma, dan katekese dan bagaimana mereka saling melengkapi satu sama lain dalam misi gereja untuk mewartakan Injil?
Evangelisasi, pada dasarnya, adalah mewartakan kepada orang lain kebaikan Tuhan yang terungkap dalam kehidupan kita. Tujuan utama evangelisasi adalah membuka akses seseorang kepada Tuhan, yang berbicara dan menyampaikan kasih-Nya kepada kita agar kita dapat memiliki “hidup dalam kelimpahan”.
Dewan Kepausan untuk Promosi Evangelisasi Baru menerbitkan Pedoman terbaru untuk Katekese pada hari Kamis, 25 Juni 2020. Pedoman ini menggantikan Petunjuk Umum Katekese terbitan tahun 1997, yang sebelumnya menggantikan Direktorium…
Sukacita Injil memenuhi hati dan hidup semua orang yang menjumpai Yesus. Mereka yang menerima tawaran penyelamatan-Nya dibebaskan dari dosa, penderitaan, kehampaan batin dan kesepian. Bersama Kristus sukacita senantiasa dilahirkan kembali.